Postingan

Menampilkan postingan dengan label komik

Red Flag Studio Kreatif: Ciri-Ciri yang Bisa Terlihat Sejak Iklan Lowongan

  Berdasarkan pengalaman pribadi dan utas di X: LinkedIn , perhatikan ketika studio melakukan perekrutan. Biasanya, di postingan memuat: 1. Batasan Usia (misalnya “Maksimal 25 Tahun”): Pekerja yang lebih muda dan minim pengalaman cenderung lebih mudah dieksploitasi serta kurang memahami hak ketenagakerjaan. 2. Studio meminta ilustrator untuk bisa style gambar apa pun (palugada). Masalahnya: • Setiap ilustrator memiliki spesialisasi style gambar tertentu. • Studio seperti ini cenderung memaksa satu orang menguasai (hampir) semua style tanpa pelatihan dan kompensasi memadai yang berpotensi menjadi bentuk eksploitasi, bahkan bisa meminta ilustrator melakukan tracing baik dari ilustrasi lain maupun hasil AI (Akal Imitasi/Artificial Intelligence). • Evaluasi portofolio seharusnya sudah menentukan kecocokan gaya dengan kebutuhan studio. 3. Berlokasi di Kota S (termasuk Y dan Sl): Berdasarkan berbagai testimoni, banyak studio eksploitatif di wilayah kota S, Y, Sl ini. U...

Rahasia Gelap Industri Ilustrasi? Dugaan Eksploitasi di Kota S Disorot

  Di platform media sosial X, banyak ilustrator dan seniman di Indonesia, khususnya yang bekerja di Kota S (termasuk wilayah Y dan Sl), menyuarakan kekhawatiran mereka terkait praktik eksploitatif di sejumlah studio. https://x.com/0R4LE/status/1900160543618744444 Jika kamu berprofesi sebagai ilustrator, animator 2D, rigger Live2D, modeler 3D, maupun staf administrasi, penting untuk mewaspadai berbagai taktik eksploitasi berikut (dirangkum dari berbagai testimoni): Bentuk-Bentuk Eksploitasi dalam Industri Ilustrasi di Indonesia: Merendahkan Profesi Ilustrator : Ilustrator diperlakukan sebagai “kasta terendah” dalam rantai produksi. Upah Sangat Rendah : Kompensasi jauh di bawah standar industri, bahkan lebih rendah dari Upah Minimum Regional (UMR). Lembur Berlebihan : Karyawan (terutama ilustrator) dipaksa bekerja melebihi jam kerja normal tanpa kompensasi tambahan. Revisi Tanpa Batas : Tidak ada batasan revisi, sehingga menyebabkan beban kerja berlebihan ta...

Pengalaman Kerja Sebagai Letterer/Typesetting Komik

Gambar
  Bagaimana pengalamanmu bekerja sebagai pengisi teks komik (letterer/typesetter)? Pada awalnya, saya bekerja sebagai editor komik digital (format Webtoon bukan cetak) di sebuah agensi komik. Kami dibekali ilmu tentang lettering/typesetting yaitu memberi balon, teks, dan efek suara di komik. Kami juga dilatih menggunakan Adobe Photoshop untuk mengecek lettering /komik. Kemudian, job desk saya bertambah, bukan hanya sebagai editor melainkan letterer dari komik-komik orisinal agensi yang masih start up . Jadinya, ya… mau tak mau kudu belajar menjadi letterer dadakan. Ternyata, sulit juga, biasanya hanya mengecek, sekarang harus membuat. Beberapa webtoon yang saya lettering + editorin: OCEAN MEMORIES Suatu malam, pusaka pelindung duyung dicuri. Nerissa, putri mahkota yang mengetahui hal ini pun mengejar para pencuri. Tanpa ia duga, pengejaran cincin tersebut mempertemukan Nerissa dengan manusia yang dulu menjadi sahabatnya. Sayangnya, sahabatnya sekarang sangat membenci d...

Mengapa Ada Komik Berbayar?

 Sumber: https://qr.ae/pGXBMf   Tentu karena ada ongkos produksi. Sebuah webtoon/komik digital diproduksi dengan melibatkan beberapa pihak. Mulai dari: 1. Pihak platform [editor, project manager, bagian keuangan, HRD, CEO, sosial media, marketing , programmer, business development dsb] 2. Pihak artis/komikus [artis utama, asisten [latar, warna]] Platform bekerja sama/mengontrak para komikus dalam bidang menjual konten webtoon/komik digital. Jadi, ya mereka pada dasarnya memang jual-beli konten. Hanya saja, kesadaran masyarakat untuk konten digital itu perlu dibayar masih minim. Karena itu, strateginya menjadi: konten gratis dan konten premium berbayar . Konten gratis digunakan untuk menarik pembaca sebanyak-banyaknya agar trafik situs naik dan lebih luas jangkauan pembacanya. Bisa dibilang sebagai 'teaser' . Pembaca bisa mencicip beberapa chapter dulu. Jika suka, maka kemungkinan pembaca membayar lebih besar. Ingat, platform dan komikus butuh uang untuk memprodu...

Bagaimana Cara Komikus Webtoon Dibayar?

Gambar
  Berdasarkan pengalaman saya sebagai editor, terdapat beberapa mekanisme pembayaran komikus webtoon/komik digital, antara lain: Kontrak Resmi Platform Jika seorang komikus dikontrak resmi oleh platform/agensi/studio, maka komikus menerima surat perjanjian kontrak [MoU]. Di MoU dijelaskan berapa persen atau besaran bayaran per episode. Umumnya komikus dibayar $178-350 per episode atau 60–70% jika berbagi dengan agensi/studio [belum termasuk bonus koin dari pembaca]. Harga tersebut adalah standar di Indonesia [tetapi tergantung pada platform, jumlah panel, dan portofolio komikus juga]. Untuk para komikus baru, ada baiknya meriset harga pasar untuk tahu apakah harga tersebut cocok atau underpaid. Bergabunglah di komunitas misalnya Komunitas Mangaka Indonesia agar bisa berdiskusi dengan komikus lain dan tahu kemampuanmu wajarnya dihargai berapa. Ingat, komikus butuh uang yang bisa menghidupinya sehari-hari. Jika ada asisten, komikus juga butuh membayar asisten tersebut. ...

Awalan Membuat Webtoon

Gambar
  Jika seorang penulis ingin membuat webtoon/komik digital. Pertanyaannya, apakah kamu juga menggambar? atau hanya menulis cerita? Jika kamu hanya menulis cerita , maka: Siapkan dana untuk membayar komikus [dan asistennya] Riset pasar, kira-kira di mana kamu akan menerbitkan/mengajukan ceritamu? Apakah karyamu berpotensi untuk diterima di antara genre serupa? Atau, jika karyamu antimainstream, apakah tetap bisa diterima? Cari koneksi webtoonist/komikus yang gaya gambarnya sesuai dengan genre ceritamu. Buat dokumen konsep [terdiri dari premis, logline, sinopsis, profile karakter utama, plot per episode] sementara webtoonist menerjemahkan profile karakter ke desain karakter Buat script episode 1 dan webtoonist menerjemahkannya ke dalam bentuk storyboard hingga finishing Berikut contoh dokumen konsep dari komikus, Asahinasae [1] yang saya editori: Contoh plot per episode yang bisa dikembangkan menjadi script : Ini contoh storyboard : Sementara jika kamu menulis cer...

Tips Background Webtoon-Komik

Sumber: https://qr.ae/pGXBoN   Sebenarnya saya tidak cukup kompeten untuk menjawab ini. Namun, saya menceritakan dari sisi editor yang pernah bekerja sama dengan para komikus dan background artist. Salah satu rekan saya yang berprofesi sebagai background artist untuk webtoon adalah: Shyafiranti Putri Hidayatillah Shyafiranti Putri Hidayatillah is on Facebook. Join Facebook to connect with Shyafiranti Putri Hidayatillah and others you may know. Facebook gives people the power to share and makes the world more... https://web.facebook.com/firarif.kana Beberapa hasil background- nya bisa dilihat di: Reapers Don't Love | Tapas Vior is Heaven's top Reaper and he only needs to collect one more soul before reincarnation. But, there's a problem...he can't kill his final target, an attractive man named Alex. Poison, car crashes, whether magic or more, Vior can't harm him. So, Alex makes a proposition: he will hand over his soul if...Vior can steal his heart. Can...