Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Mengapa Menjadi Penulis Webtoon Tidak Semudah yang Dibayangkan? Ini Tujuh Kendalanya

 Saya menjawab ini berdasarkan pengalaman saya sebagai editor komik sekaligus penulis, ya. Hal ini juga berlaku ke webtoonist~ Kendala yang biasanya ditemukan pada penulis pemula adalah: Belum bisa merumuskan premis (karakter + tujuan + halangan/urgensi). Kalau ditanya karakternya seperti apa? Tujuannya apa? Halangannya apa? Urgensinya apa? Banyak yang belum mampu menjabarkan atau merumuskannya. Padahal, premis adalah hal pertama yang dinilai editor. Diminta menulis sinopsis 1–1,5 halaman yang mencakup awal hingga akhir cerita, malah nyembunyiin akhir cerita… alasannya, biar jadi kejutan. Halo! Editor itu orang yang harus tahu SEMUANYA , termasuk plot twist dan akhir cerita karena dia harus menilai keseluruhan ceritamu, bahkan sebelum menyentuh naskahmu. Jadi premis dan sinopsis itu penting! Tidak perlu rahasia-rahasiaan. Editor professional punya tanggung jawab pekerjaan, termasuk hal-hal yang terkait legalitas atau hak cipta. Diminta buat plot per episode berdasarkan struktu...

AI (Akal Imitasi) dan Masa Depan Penulis: Pedang Bermata Dua yang Tak Bisa Diabaikan

Gambar
  Menurut pendapat saya, merebaknya AI (Akal Imitasi atau Artificial Intelligence) terutama dalam penerbitan-penulisan (hingga industri kreatif) bisa menjadi pedang bermata dua.   AI untuk awam: AI adalah alat yang bisa menjadikan siapa pun menjadi "penulis", "desainer", "ilustrator", "musisi", "pembuat film" dsb hanya dengan menulis prompt dan klik. GRATIS. Meskipun tanpa kepemilikan hak copyright . Mereka akan hype dengan AI karena membuat mereka bisa melakukan sesuatu tanpa harus bertahun-tahun latihan… praktis. Namun, kemampuan mereka tidak akan terasah seperti para professional yang belajar dari awal dan berproses selama bertahun-tahun. Ada jatuh-bangun, belajar-revisi hingga menghadapi industri nyata yang tidak dialami oleh para awam.   Ada sense dan pengalaman yang membedakan antara awam dan professional. Jika masuk ke lingkup industri, akan ada hal lain seperti,   "Kok tulisan ini template sekali? Mirip sama akun A, B, C...

Jangan Menulis Topik yang Tidak Kamu Pahami Sebelum Melakukan Ini

  Bisakah kita menulis sesuatu yang tidak familier? Jika ingin menulis sesuatu yang tidak familier bagi kita, maka kita perlu RISET. Cara riset bisa dengan membaca banyak buku/jurnal, menonton berbagai film, series, dan podcast terkait, mengobservasi orang-orang. Jika punya budget, bisa konsultasi ahli. Sepenting dan segenting apakah sehingga kita ingin menulis tentang hal itu? Saya menyarankan, untuk mulai menulis atau memilih tema yang dekat dengan keseharian kita. Kenapa? Karena menulis sesuatu yang dekat dan familier akan membuat kita lebih rileks dan "tahu". Juga, untuk membiasakan kita menulis panjang dan SELESAI. Konsekuensi menulis yang "jauh" dari keadaan kita (tanpa riset proper dan sabar) adalah KEMALASAN dan berhenti di tengah jalan atau terlalu bingung untuk menuliskannya.