Doki-Doki Game (Rekomendasi - Review Novel)

Selamat malam pembaca :).

Tadi saya menyelesaikan novel berjudul Doki-Doki Game miliknya Ran Orihara yang diterbitkan oleh Ice Cube Publisher.


Saya membelinya beberapa hari lalu, ketika saya lihat judulnya saya langsung tertarik karena saya memang lebih memprioritaskan membaca novel Jepang (seperti terbitannya penerbit Haru). 

Sekejap saja tangan saya meraih satu buah Doki-Doki Game dan membaca sinopsis dan langsung ada desiran yang mengatakan, "Sepertinya ini menarik."

Doki-Doki Game diawali oleh Hoga Kuon yang menjadi korban tabrak lari. Saat itu ia duduk di kelas 6 SD. Ketika tersadar dari perawatan, tiba-tiba saja telinganya bisa mendengar suara-suara jantung dari orang-orang di sekitar. Suara-suara tersebut sangat menganggu dan akhirnya ia keluar untuk mencari ketenangan. Kuon pun bertemu dengan seorang gadis SMP bernama Yamane Runa, anehnya Kuon tak bisa mendengar irama jantung Runa. Mereka berkenalan dan Kuon mengatakan mengenai rahasia kemampuan anehnya pada Runa.

Enam tahun berselang, Runa kembali ke Tokyo karena diperintah Ayahnya mengalahkan penguasa SMA Seishin Gakuen.

Di SMA, meski masih tak punya clue mengapa ia kembali ke sekolahnya dulu (Runa pernah SMP di Seishin Gakuen), Runa yang terkesan blak-blakan, polos, dan tenang bertemu dengan Kouhei Arima, teman sekelas yang duduk di samping kirinya. Dari caranya yang diam-diam teliti dan cermat, Runa tahu kalau Arima berbeda dengan murid lainnya. Salah satunya adalah pin yang tersemat di seragam Arima. Arima yang penyendiri mulai tertarik dengan si anak baru (yang ternyata mereka dulu satu SMP tetapi Runa tak ingat) dan mengajaknya ke sebuah ruang penyiaran untuk bertemu Doki-Doki Club (DDC). Klub yang menjadi penguasa sekolah.

Sebelum bertemu DDC, Runa dan Arima bertemu dua orang yang memakai pin seperti Arima. Dua laki-laki itu bernama Tomiya Rintaro yang tak senang dengan Runa dan satu lagi Matsushima Isamu senpai yang easy going.

Kemudian Runa dipertemukan dengan tiga anggota DDC. Si pria kacamata dengan julukan Spade bernama Kurogami Yuu lalu seorang gadis blonde berjulukan Heart bernama Tomiya Ririka (kakak Tomiya Rintaro) serta Ousama (raja) bernama Hoga Kuon.
Di sekolah tersebut memiliki pemainan aneh yang disebut Doki Doki Game yaitu permainan berburu harta karun dengan petunjuk sebuah surel yang akan disebarkan ke seluruh murid. Apabila ada yang berhasil menemukan harta karun itu maka ia akan menjadi master dan diberikan pin. Selain mendapat pin, para master bisa menggunakan fasilitas ace class yang mewah.

Nah, di akhir permainan para master memiliki satu tugas yaitu menunjuk satu orang untuk dibawa ke kelas hukuman atau bekennya disebut nero class, kelas yang menguak ketakutan terbesar bagi yang dihukum. Untuk menentukan orang yang dihukum, master bisa memilih di antara dua cara yaitu hak mutlak -langsung memilih- atau fortune roulette di mana orang yang ditunjuk oleh fortune roulette akan menunjuk orang yang dihukum.

Di kali pertama Runa mengikuti Doki-Doki Game, ia nyaris berhasil tapi sayangnya Rintaro -master yang ikut bertanding- mengalahkannya karena sukses menemukan harta karun. Runa kalah karena ia tidak tahu seperti apa harta karun itu padahal dia berhasil memecahkan teka-teki tempat harta karun berada.

Tak dielak, Rintaro tetap memertahankan posisinya sebagai master dan menunjuk Runa sebagai korban untuk nero class.

Runa diborgol dan matanya ditutup. Yuu membawanya ke sebuah ruangan gelap dan mengunci Runa dari luar. Mendadak Runa yang telah melepas penutup mata dan segala yang ia lihat hanyalah kegelapan semata dan mendengar suara kembang api menjadi ketakutan dan ia pun meringkuk. Para anggota DDC yang memperhatikan dari CCTV saling berkomentar mengenai ketakutan Runa.

Beberapa waktu kemudian, Kuon beranjak dari kursi singgasananya dan berlari menyelamatkan Runa.

Karena kekalahan Runa, keesokan harinya teman-temannya mengencet. Tapi hal itu membuatnya dan Kuon menjadi lebih mengenal. Runa jadi ingat mengenai Kuon yang pernah ditemuinya waktu kecil. Saya suka ketika Kuon mengatakan bahwa ia tak sedetik pun melupakan Runa bahkan setiap katanya terpatri di ingatan :).

Kemudian Doki-Doki Game kedua dimulai.

Rintaro dan Runa kembali bertemu dimana untuk saat ini Runa berhasil menang.

Tepat ketika Runa memilih fortune roulettes dan menyebabkan dua orang adu fisik karenanya, Runa meminta pada Ousama -alias Kuon- untuk mengizinkannya menggunakan pilihan 'hak mutlak'

Ya, lalu bersambung wkwkwkwk.

Di epilog, Paman Kaze dan Ayah Runa membicarakan tentang siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang akan menjadi yang kalah di antara Runa, DDC, para master, dan teman-teman sekelas Runa. 

Secara penulisan, saya suka tipe yang seperti komik ini :). Saya serasa baca komik tapi bervisual anime di otak saya haha.

Saya juga suka temanya :). Maklum saja, penulis yang dipengaruhi anime-manga Jepang itu pasti memiliki tema 'beda' dibandingkan penulis monoton yang hanya bercerita soal romansa belaka.

Mungkin juga karena saya suka genre misteri nyerempet suspence nyerempet thriller?.

Saya jadi tak sabar menunggu Doki Doki Game selanjutnya!. Ran Orihara san tolong lanjutkan, ya :).

Apabila ada perusahaan anime di Indonesia, Doki Doki Game harus jadi list untuk diadaptasi nih :). 
Aaaargh, saya jadi ingin bikin studio animasi .  

Btw, singkatan nama klubnya agak mirip dengan klub mading saya dulu DCC. Jadi nostalgia~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mai Kuraki in the poetry

Apa Itu Premis, Logline, dan Sinopsis

Contoh Kerangka Karangan (Outline) Novel