• Kotak-Kotak

    Yang dilihat telah berubah
    Tidak sama seperti dahulu
    Semakin dewasa kita
    Semakin mengubah pandangan

    Kita tak pernah memikirkan sesuatu yang membuat kita terbagi
    Berkotak-kotak
    Kita abaikan label, merk, status atau apapun yang membandingkan.
    Kita sama.
    Berada dalam dunia yang sama.
    Itu kita diwaktu itu.

    Kita selalu berbicara banyak.
    Ini itu.
    Mimpi, harapan, dan doa untuk masa depan.
    Dengan mudah kita mengatakan suatu hari kita mengubah mimpi menjadi realita.
    Kita kekanak-kanakan
    Lebih baik seperti itu.

    Kamu adalah kamu
    Tanpa embel-embel label, merk dan status

    Aku adalah aku
    Tanpa embel-embel label, merk dan status

    Kita adalah kita

    Jika pola pikir ini dipertahankan
    Jika sudut pandangmu tetap seperti dulu
    Tidak perlu bersusah payah melampiaskan hasrat agar tampak lebih.
    Tak penting bagiku embel-embel label, merk dan status

    Waktu yang berkualitas adalah yang paling penting untuk kita.

    Seperti waktu itu.
    Berbicara.
    Bercanda.
    Bermimpi.
    Berharap.
    Berdoa.

    Kita melakukan semua dengan sederhana dan kita bahagia.

    Note :

    Saya bertemu sahabat-sahabat SMA saya beberapa waktu yang lalu. Ketika melihat saya, mereka langsung berkomentar. "Tukeran tas yok Bil".

    Salah satu dari mereka menyodorkan tasnya ke saya. Tas itu cantik, kecil. Dengan spontan saya menjawab, "Nggak muat kalau pakai tas itu". Mereka tertawa.

    "Mana mau dituker, kan tasnya itu" komentar yang lain. Saya masih nggak nyambung dengan maksud mereka.

    Sahabat saya, Dewi langsung menangkap maksud saya. "Maksudnya, kalau tas sekecil itu nggak cukup untuk bawa payung, dompet, dan lain-lain. Nabil kan bawaannya banyak".

    "Oh kiraiiin"

    Beberapa saat kemudian saya menangkap maksud sahabat-sahabat saya.

    Mereka membicarakan merk -_-.

    Sesuatu yang cukup membuat saya risih *lagian yang saya pakai bukan punya saya. Itu oleh-oleh dari tante, entah asli entah enggak. Saya pakai karena tas itu bisa memuat semua barang yang ingin saya bawa*

    Setelah sadar pembicaraan menjurus kemana. Saya mengabaikan mereka. Saya ikut nimbrung lagi ketika pembicaraan berganti topik.

    Saya jadi berfikir. Sekarang pola pikir saya sudah tidak sama lagi dengan sahabat-sahabat saya. Saya tidak peduli dengan status, label, atau merk sesuatu yang dimiliki/dipakai oleh seseorang. Tetapi tidak mereka.

    Rasanya seperti dikotak-kotakkan oleh suatu nama.

    Saya tidak suka hal itu.