• Harga Menentukan Layanan

    Suatu ketika, saya dan adik saya berniat memeriksakan gigi di puskesmas. Mulanya kami berniat pergi bareng tante, soalnya tante bekerja di puskesmas :).

    Karena sok tertib, kami ngantri sendiri *tanpa diketahui tante, biasanya tante yang urus, makanya cepet*

    Ketika daftar, seorang wanita melayani kami dengan nada sinis, jauh dari kata ramah. "KTP?" pintanya, saya menyerahkan ktp. "Pernah berobat sebelumnya?", "Ya" jawab saya cepat. "Mana kartunya?". Saya diam, saya memang tidak pernah ada kartu puskesmas. Saya jawab saja "Tinggal". Wanita itu kelihatan kesal. "Lain kali dibawa, biaya daftarnya 2500" sahut wanita itu dengan ketus. Saya mengeluarkan uang 2500 dari dompet dan segera membayar uang pendaftaran.

    Dalam hati saya ngedumel, "Ini ya namanya melayani masyarakat? Kok kesannya nggak ikhlas gitu? Pelayanannya buruk"

    Tante saya kemudian datang menghampiri, wanita yang sinis itu langsung berubah 180 derajat, tante bilang padanya bahwa kami adalah keponakannya. "Oh keponakan?", mendadak wanita itu berbicara dengan lembut. Entah jaga image atau sok ramah -_-

    Ternyata, sikap seseorang itu dipengaruhi oleh lawan bicara, kalau lawan bicaranya adalah teman, atasan, dll maka sikapnya langsung baeeeeeek banget. Coba kalau lawan bicaranya orang asing, biasa saja, waduh! Sikapnya langsung sok, sok berkuasa o_O

    Biasanya nih, yang ramah-ramah itu jadi atasan, dan yang sinis jadi bawahan #pengalamanbertemuorang

    Pernah juga ketika di sebuah puskesmas di jalan 17Agustus Palembang *nama jalan disamarkan. Saya dan sahabat saya periksa gigi (ceritanya saya bertualang ke puskesmas). Entah dokter gigi entah perawat gigi, yang pasti, setelah gigi saya diperiksa, dia mengatakan bahwa gigi saya baik-baik saja. Saya tidak merasa puas dengan hasil pemeriksaan, "Tapi rasanya nggak enak" jelas saya. "Cabut bae ke rumah sakit" jawab dokter/perawat itu, saya menoleh ke sahabat saya, "Oh jadi kito ke rumah sakit?", dokter/perawat itu menyela saya, "Kau tu yang ke rumah sakit". 

    Jleb banget
    Alangkah tidak ramahnya o_O
    Tidak lemah lembut sama sekali

    Seharusnya kata-katanya bisa diperhalus.
    Saya kan tidak mengerti prosedurnya, jelasin dong dengan baik. "Sebenarnya tidak ada hal aneh dengan gigi anda, jika anda merasa sakit, itu dikarenakan gigi geraham belakang anda yang tumbuh, gigi itu bisa dicabut dengan cara dioperasi. Tapi maaf, disini tidak ada alatnya. Jika anda mau, anda bisa kerumah sakit, saya akan buat rujukan, bagaimana?"

    Lebih enak kan? Serasa lebih 'beretika'.

    Saya jadi mempertanyakan janji pengabdian mereka pada masyarakat.

    o_O

    Toh, mereka bekerja sebagai pelayan masyarakat, tapi kok sikapnya kurang :-/, apa mereka tidak dididik sopan santun ya? Etika profesi?.

    Allahu alam.

    Yang pasti, saya masih merasa sangat kecewa pada pelayanan masyarakat. Terutama bagi mereka pelayan pasien 'subsidi pemerintah'.