• Prinsip Dalam Berkarya

    Tadi pagi, saya membaca sebuah tulisan di yahoo.co.id, yang berjudul Cekal 'Jupe Paling Suka 69' Pemasungan Kreativitas. 
     
    Beginilah cuplikan dari tulisan tersebut :
     
    Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat melarang seluruh lembaga penyiaran baik radio maupun televisi menyiarkan 10 lagu dangdut yang liriknya dinilai mengandung unsur porno dan tidak mendidik.  

    Sepuluh judul lagu bermasalah dan dilarang penyiarannya itu adalah Jupe Paling Suka 69 (Julia Perez), Mobil Bergoyang (Lia MJ feat Asep Rumpi), Apa Aja Boleh (Della Puspita), Hamil Duluan (Tuty Wibowo), Maaf Kamu Hamil Duluan (Ageng Kiwi), Satu Jam Saja (Saskia), Mucikari Cinta (Rimba Mustika), Melanggar Hukum (Mozza Kirana), Wanita Lubang Buaya (Minawati Dewi) dan Ada Yang Panjang (Rya Sakila).

    Materi lagu tersebut dinilai bertentangan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3/SPS) tahun 2009 yakni Pasal 9 (penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan), Pasal 17 (pelarangan adegan seksual), Pasal 18 (seks di luar nikah) dan Pasal 19 (Muatan seks dalam lagu dan video klip).
     
    Tapu lucunya....pengacara Jupe malah berkomentar seperti ini :
     
    "Setiap pemasungan terhadap kreativitas seseorang saya tidak setuju. Kalau dibilang merusak moral bangsa, banyak unsur yang bisa menyebabkan kerusakan moral. Jangan salahkan lagunya. Kalau begini kapan masyarakat dewasa?" tegas Minola. 
     
    (sumber : yahoo.co.id, 26 Februari 2012)
     
    Apanya yang dewasa mbak Minola?? Aduuh....
     
    Nah, sekarang mari kita bahas, sebagai seorang pencinta seni dan saya juga senang berkarya, saya SANGAT SETUJU dengan apa yang dilakukan KPI, jika saya berkesempatan menjadi seseorang yang bisa membuat undang-undang untuk seni, maka saya juga akan melarang lagu-lagu yang liriknya 'murahan', 'jelek', 'kampungan', dan 'tidak mendidik', sebagai tambahan pasal, saya juga akan melarang lagu-lagu yang bertema 'penghianatan' yang bertebaran di Indonesia dewasa ini.
     
    Sebagai seorang seniman, satu rule wajib adalah SENIMAN ADALAH SESEORANG YANG IDEALIS DAN PALING EGOIS, tapi nyatanya....kebanyakan mereka sekarang adalah BUDAK MATERI, menjadi seorang MATERIALISTIS dan mengabaikan IDEALIS. 
     
    Selain mengenai rule wajib itu, seorang seniman juga memiliki karakteristik dan prinsip masing-masing dalam berkarya, memang sih....saya tidak bisa memaksa seniman lain memiliki prinsip 'lurus' , tapi setidaknya... mereka harus berfikir lebih jauh jika ingin mempublikasikan karyanya, ingat....karya kita yang dipublikasikan itu bukan hanya untuk kita saja, ada orang lain yang akan terlibat dalam karya tersebut, ada orang yang mendengarkan karya tersebut...

    Bukankah, yang paling bagus adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain?

    Jika kita menulis sebuah lagu yang berisi keoptimisan, bukankah kita telah memberi kekuatan kepada orang yang mendengarkan karya kita? , saya sering mengalaminya....ketika saya merasa down, saya mendengarkan salah satu lagu favorit saya (Serenade - Ritsuko Okazaki), dan sembari mendengarkan, saya memahami makna lagu ini, dan...ajaib....saya seperti mendapat sedikit kekuatan agar saya mejadi lebih tegar. So... karya itu bisa menjadi kekuatan....

    Bandingkan dengan lagu yang aduh....yang berisi penghianatan, berisi hal-hal vulgar....waduh!!, Saya paling tidak suka ketika di angkot, saya harus mendengar lagu-lagu yang menjatuhkan seperti itu, rasanya saya mau marah-marah pada musisi yang membuat karya seperti itu...KENAPA LAGU-LAGU SEPERTI ITU BISA DIPUTAR BEBAS??, seharusnya lagu juga ada lembaga sensor-nya, dan saya...ingin sekali jadi ketuanya, dengan begitu....70% musisi Indonesia harus membenahi lirik-lirik lagunya. 

    Kemarin, ketika saya diangkot, saya mendengar lagu centil dan nggak banget, seperti ini liriknya
     
    " Dan aku sudah pernah bilang Pacarku bukan cuma kamu saja
    Ku mempunyai dua hati Yang tlah siap untuk ditinggaliKan aku sudah pernah bilang Janganlah kamu terlalu sayang
    Dan bila nanti kau menghilang Ku masih punya lelaki cadangan"
    (T2- Lelaki Cadangan)

    Astaghfirullah....MASYAALLAH, saya menahan dongkol dalam hati, kenapa lagu-lagu seperti ini harus ada didunia ini?? Bertentangan dengan prinsip saya, ketika saya memiliki sebuah band beberapa tahun yang lalu, hal pertama yang saya tekankan adalah " Tidak boleh ada karya yang bertema penghianatan". 

    Entah memang lagu tersebut prinsipnya sama dengan diri mereka (penyanyinya) sehingga mereka memilih lagu tersebut untuk dinyanyikan, atau....karena tema seperti itu sedang in, makanya mereka dipaksa untuk menyanyi seperti itu? Allahu Allam. Yang jelas, itu artinya IDEALIS dan EGO mereka kurang.... kalau bertentangan dengan prinsip, ya...nggak usah dong!, seni itu BUKAN materialis!, tapi...kalau itu memang prinsip mereka....ya...go...toh saya juga tutup mata tutup telinga dengan musisi-musisi yang berkarya dengan seenak jidatnya (karya yang murahan, tidak mendidik, vulgar), tanpa memikirkan dampak dari karya mereka tersebut. Kalau memang bisanya hanya membuat yang tipe karya seperti itu....lebih baik nggak usah dipublis deh! MORAL BANGSA AKAN SEMAKIN RUSAK.

    Ada yang bilang, kata-kata itu adalah doa...
    Bagi saya, lirik lagu juga merupakan doa, kalau liriknya berisi penghianatan, itu artinya...penyanyinya tanpa sadar berdoa supaya dikhianati/berkhianat kan?, dan juga....rule kedua, SUATU KARYA MENGGAMBARKAN PEMBUATNYA, jadi...apa nggak malu ya penyanyi-penyanyi yang membawakan lagu yang nggak banget itu?? Nggak mikirin apa tanggapan masyarakat mengenai dirinya?? Astaghfirullah..., Iman itu jangan dilupakan dalam berseni kawan!, Tuhan memberikan kita kemampuan dalam berkarya itu bukan untuk menjatuhkan moral anak bangsa!.  

    Ada banyak daftar musisi yang masuk ke black list saya, sebagai seorang penikmat seni, saya juga harus pilah-pilih dong....dan ada musisi-musisi Indonesia yang saya suka... seperti Bondan & Fade2Black, Superman Is Dead, Last Child, Padi, Sherina, Opick, BCL (dalam kapasitasnya sebagai penyanyi, kalau sinetron dan film sih...saya tidak tonton)...siapa lagi ya?? 
     
    Huh...saya hanya sedikit menyukai musisi Indonesia, sementara....yang masuk black list berjibun wkwkwk. Mau jadi apa Indonesia ini jika setiap hari disuguhin karya yang nggak banget....???
     
    The last, ditulisan ini saya hanya menyampaikan unek-unek saya mengenai karya dari musisi Indonesia, jika ada yang tersinggung...saya hanya bisa minta maaf, toh...ini adalah bentuk bagaimana saya memperhatikan musik di Indonesia. Kalau mereka tersinggung, tolong dong...dirubah biar nggak jadi cibiran lagi :P.