• Pseudo Smile



    Aku berbohong saat mengatakan "Aku baik-baik saja"
    Karena aku berfikir diriku cukup kuat tanpamu
    Dalam senyum yang ku berikan untukmu
    Ada sebuah kesedihan yang amat mendalam disana

    Aku berbohong saat berkata "Aku bisa tanpamu"
    Karena aku yakin aku bisa menyelesaikan semua sendiri
    Tapi ternyata tak semua hal berjalan sesuai skenarioku
    Ada sebuah ketidakpastian dalam sebuah kepastian

    Ada kemungkinan dalam setiap hal
    Tapi perasaanku padamu adalah kecuali
    Ada ketidakmungkinan dalam setiap hal
    Tapi keyakinanku adalah kepastian yang mutlak
    Aku tak pandai menunjukkan apa yang ku inginkan
    Aku berharap hal ini bisa tersampaikan padamu

    Aku terbiasa menutupi perasaanku agar aku tidak terluka
    Suatu kejujuran ataupun kebohongan
    Segala sesuatunya memiliki konsekuensinya
    Aku menyukaimu dan itu adalah kebenaran

    "Katakanlah kejujuran walaupun itu pahit"
    Petuah lama itu masih ku ingat dalam hati
    Kata-kata yang telah lama kusimpan untukmu
    Bukanlah sesuatu yang pahit, mereka manis kan?

    "Aku menyukaimu"
    Kata-kata itu kuteriakkan
    Dalam perjalanan astral menuju dirimu
    Suatu saat, ketika kita bertemu kembali
    Aku akan jujur dan mengalahkan keegoisanku


    Note :
    Puisi lagi....wkwkwk
    Saya lagi-lagi menemukan kertas yang ada puisinya, saya sendiri lupa kapan ya menulis puisi ini dan mengapa? Biasanya..saya menulis puisi/lagu pasti ada sesuatu tapi saya sama sekali tidak ingat untuk apa saya menulis puisi ini??-_- *lupa*

    Pseudo itu, kalau dalam pelajaran Algoritma dan Pemprogramman..artinya kurang lebih untuk menunjukkan "sesuatu yang seperti padahal bukan", didalam puisi ini menunjukkan senyum, padahal bukan senyum, menceritakan tentang seseorang yang selalu berusaha menyembunyikan kesedihan ataupun masalahnya dibalik sebuah senyum, saya sering menulis beberapa lagu/puisi dimana si penulis memiliki sikap menyembunyikan perasaan, selain Pseudo Smile, ada juga Clown Parade-mungkin suatu saat saya akan menulisnya disini-.

    Saya pernah baca sebuah status FB teman SMA saya, dia bilang..."ketika seorang wanita mengatakan"aku baik-baik saja", dan kemudian ada seseorang yang merangkul, orang itu adalah yang paling mengerti wanita tersebut". Menurut saya, ada benarnya juga kata-kata tersebut, ada beberapa orang yang selalu terlihat sok kuat dan tegar padahal sebenarnya ia sangat rapuh dan lemah. Dan ada juga yang sebaliknya, terlihat lemah dan rapuh padahal kuat dan tegar. Manusia itu memang benar-benar bermacam-macam ^_^

    Satu hal...
    Ketika kita tersenyum untuk menutupi kesedihan dan permasalahan kita, pada saat itu kita adalah sang pemenang, berani untuk bersikap tegar dan kuat. Tapi ketika kita tidak bisa lagi menahan kesedihan dan masalah, kita boleh kok untuk menangis, marah, mengadu atau apapun untuk menenangkan diri, karena dengan begitu kita akan merasa tenang dan kemudian bisa berfikir lebih jernih. Suatu saat kesedihan dan semua permasalahan itu akan menjadi kenangan yang berharga untuk hidup kita. 

    Manusia adalah makhluk sosial? Ya, kita tidak bisa hidup sendiri dan pasti kita membutuhkan orang lain, ketika kita bersedih atau bermasalah, boleh menunjukkan pseudo smile, tapi jangan menutup diri untuk menerima uluran simpati dari orang lain ^^.

    Keep spirit Guys!

    Always smile & Pray!