• Membalikkan Kesedihan


    " Balikkan kesedihan menjadi sebuah inspirasi"
    (Titi Sjuman)

    Ketika kau berfikir tentang seseorang
    Ada sebuah harapan kecil yang tersembunyi
    Sebuah perasaan aneh yang sepertinya tak bisa dikontrol
    Ingin dihempaskan tapi tak dapat

    Ketika emosi itu mulai mencapai puncak
    Ada sesuatu yang muncul dan menyelimutimu
    Sebuah perasaan aneh yang bisa membuat sesak
    Tak bisa ditahan dan terlepas begitu saja

    Dan rangkaian air mata yang jatuh
    Menandakan kesedihan dan kerinduan yang amat sangat
    "Ingin bertemu" dan perasaan ini terus berteriak
    Apakah hal ini tersampaikan padamu?
    Seseorang pernah berkata padaku
    "Balikkan kesedihan menjadi sebuah inspirasi"

    Saat aku memetakan semua perasaan ini
    Aku selalu menitipkan doa untuk kebahagiaan
    Suatu hari air mata ini tidak hanya untuk kesedihan
    Tapi juga untuk kebahagiaan yang tak terbatas

    Cinta ini terrefleksikan
    Cinta ini terdiri dari kita berdua
    Seperti hukum ekuivalen, saling memberi dan saling berbagi
    Kita pasti akan menjadi satu

    Dan biarkan kesedihan ini berlalu
    Menandakan bahwa perasaanku ini benar padamu
    Sesuatu yang bisa membuatku seperti ini
    Apakah itu yang disebut dengan cinta?
    Setelah membalikkan semua kesedihan -aku tanpamu-
    Aku menemukan sesuatu
    "Perasaan ini nyata untukmu" dan itu adalah kebenaran

    Air mata akan terus berlanjut
    Hingga lagu ini berakhir.....

    saya menulis puisi ini ketika saya menonton Indonesia Mencari Bakat, dan saya menyukai kata-kata salah satu juri acara tersebut, yaitu Titi Sjuman, kata-kata tersebut saya tulis dipembuka entri kali ini. Saya sendiri agak lupa...waktu itu kalau tidak salah, Titi Sjuman mengomentari Klantink atau Hudson ya??, pokoknya salah satu peserta IMB yang waktu itu diputar video tentang masa lalu mereka, dimana mereka harus menghadapi banyak kesedihan, cara Titi Sjuman menyemangati mereka benar-benar membuat saya terenyuh waktu itu dan akhirnya saat itu juga saya menulis puisi ini. Jadi...saya harus sangat berterimah kasih pada Titi Sjuman karena kata-katanya waktu itu membuat saya bisa menulis puisi ini ^_^, arigatou!.