Postingan

Para Ksatria: Ketika Frustrasi pada Negeri Berubah Menjadi Lagu

Gambar
        Aku menulis Para Ksatria di tahun 2026, tepatnya ketika aku sedang merasa frustrasi setiap kali membaca berita dan melihat berbagai kebijakan yang menurutku tidak bijak. Ada rasa kesal, lelah, sekaligus tidak berdaya. Entah kenapa, perasaan-perasaan itu kemudian justru berubah menjadi ide lagu.   Saat itu, tiba-tiba terlintas sebuah kalimat di kepalaku, “Berkumpul, para ksatria!” Lagi-lagi aku mendapatkan inspirasi dari Bang Pandji Pragiwaksono . Aku masih ingat ketika menonton langsung pertunjukan Mens Rea pada Agustus 2025. Di sana, beliau pernah berbicara tentang kita sebagai ksatria pingitan —ksatria yang ditunggu-tunggu dalam sebuah cerita untuk akhirnya muncul dan melawan kejahatan. Tapi bukan sekadar menunggu. Jadilah ksatria.   Entah kenapa, kata ksatria mendapat tempat yang spesial di dalam diriku setelah itu. Sampai akhirnya momentum itu datang: frustrasi menghasilkan ide. Ketika melodi muncul di kepala, aku langsung menulisnya dengan ...

Dengarkan Karya Nabilah Rosyadah di Spotify

Gambar
  Hai! Saat ini saya sedang memproduksi konten membaca puisi-puisi yang saya tulis dan bacakan sendiri melalui Podcast Puisi bersama Nabilah Rosyadah di Spotify. Di sana, saya membacakan puisi tentang manusia, perasaan, kehidupan, keresahan, dan berbagai hal yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung. Podcast Puisi bersama Nabilah Rosyadah Dengarkan puisi-puisi yang saya tulis dan bacakan. Berpuisi Bersama Nabilah Rosyadah Podcast di Spotify   Selain puisi, kalian juga bisa mendengarkan karya-karya saya berupa musik di Spotify!   Spotify Nabilah Rosyadah Dengarkan lagu-lagu original saya. Nabilah Rosyadah di Spotify     Jika kalian menyukai musik dan puisi, silakan berkunjung dan dengarkan karya-karya saya di Spotify , ya!

Tentang Saya

Gambar
Halo, saya Nabilah Rosyadah. Saya adalah penulis, penulis lagu, dan kreator independen yang bekerja di berbagai bentuk cerita—mulai dari novel, komik, webtoon, hingga musik dan konten digital. Saya menulis tentang kehidupan, proses bertumbuh, hingga keresahan social Menulis Saya memulai perjalanan kreatif saya melalui dunia menulis dan kemudian terlibat dalam berbagai proyek buku, komik, dan webtoon sebagai penulis, editor, maupun letterer. Beberapa karya yang pernah saya kerjakan antara lain Yesterday in Bandung, Dear, Me, Cuko, Virgo and The Sparklings: Movie Companion, series Kapten Yaskid, hingga Tira: Tragedi. Musik Selain menulis, saya juga menulis dan menyanyikan lagu. Musik bagi saya adalah cara lain untuk bercerita. Lagu-lagu yang saya buat berangkat dari berbagai pengalaman dan keresahan. Saya tumbuh dengan musik Jepang dan anime song, terutama J-pop, sehingga pengaruh tersebut cukup terasa dalam perjalanan bermusik saya. Saat ini saya mengembangkan musik secara independen, b...

Mengapa Menjadi Penulis Webtoon Tidak Semudah yang Dibayangkan? Ini Tujuh Kendalanya

 Saya menjawab ini berdasarkan pengalaman saya sebagai editor komik sekaligus penulis, ya. Hal ini juga berlaku ke webtoonist~ Kendala yang biasanya ditemukan pada penulis pemula adalah: Belum bisa merumuskan premis (karakter + tujuan + halangan/urgensi). Kalau ditanya karakternya seperti apa? Tujuannya apa? Halangannya apa? Urgensinya apa? Banyak yang belum mampu menjabarkan atau merumuskannya. Padahal, premis adalah hal pertama yang dinilai editor. Diminta menulis sinopsis 1–1,5 halaman yang mencakup awal hingga akhir cerita, malah nyembunyiin akhir cerita… alasannya, biar jadi kejutan. Halo! Editor itu orang yang harus tahu SEMUANYA , termasuk plot twist dan akhir cerita karena dia harus menilai keseluruhan ceritamu, bahkan sebelum menyentuh naskahmu. Jadi premis dan sinopsis itu penting! Tidak perlu rahasia-rahasiaan. Editor professional punya tanggung jawab pekerjaan, termasuk hal-hal yang terkait legalitas atau hak cipta. Diminta buat plot per episode berdasarkan struktu...

AI (Akal Imitasi) dan Masa Depan Penulis: Pedang Bermata Dua yang Tak Bisa Diabaikan

Gambar
  Menurut pendapat saya, merebaknya AI (Akal Imitasi atau Artificial Intelligence) terutama dalam penerbitan-penulisan (hingga industri kreatif) bisa menjadi pedang bermata dua.   AI untuk awam: AI adalah alat yang bisa menjadikan siapa pun menjadi "penulis", "desainer", "ilustrator", "musisi", "pembuat film" dsb hanya dengan menulis prompt dan klik. GRATIS. Meskipun tanpa kepemilikan hak copyright . Mereka akan hype dengan AI karena membuat mereka bisa melakukan sesuatu tanpa harus bertahun-tahun latihan… praktis. Namun, kemampuan mereka tidak akan terasah seperti para professional yang belajar dari awal dan berproses selama bertahun-tahun. Ada jatuh-bangun, belajar-revisi hingga menghadapi industri nyata yang tidak dialami oleh para awam.   Ada sense dan pengalaman yang membedakan antara awam dan professional. Jika masuk ke lingkup industri, akan ada hal lain seperti,   "Kok tulisan ini template sekali? Mirip sama akun A, B, C...

Jangan Menulis Topik yang Tidak Kamu Pahami Sebelum Melakukan Ini

  Bisakah kita menulis sesuatu yang tidak familier? Jika ingin menulis sesuatu yang tidak familier bagi kita, maka kita perlu RISET. Cara riset bisa dengan membaca banyak buku/jurnal, menonton berbagai film, series, dan podcast terkait, mengobservasi orang-orang. Jika punya budget, bisa konsultasi ahli. Sepenting dan segenting apakah sehingga kita ingin menulis tentang hal itu? Saya menyarankan, untuk mulai menulis atau memilih tema yang dekat dengan keseharian kita. Kenapa? Karena menulis sesuatu yang dekat dan familier akan membuat kita lebih rileks dan "tahu". Juga, untuk membiasakan kita menulis panjang dan SELESAI. Konsekuensi menulis yang "jauh" dari keadaan kita (tanpa riset proper dan sabar) adalah KEMALASAN dan berhenti di tengah jalan atau terlalu bingung untuk menuliskannya.

Pengalaman mengajukan naskah melalui Gramedia Digital Publishing System(DPS)

Gambar
  Saya pernah mengajukan naskah melalui DPS. Untuk yang belum tahu: DPS (Digital Publishing System) adalah sebuah portal berbasis web yang bertujuan untuk menjembatani penerbit-penerbit Kompas Gramedia dengan pengarang. Dengan adanya Digital Publishing System, sistem penerimaan dan pengelolaan naskah akan menjadi lebih terorganisir. Selain itu, pengarang juga lebih mudah untuk menyalurkan naskahnya ke penerbit.. (dikutip dari: situs DPS Gramedia) https://dps.gramedia.com/   Untuk kemudahan pengajuan… 10/10-lah. Namun, untuk lolos hingga terbit… ternyata susah minta ampun. Bahkan, untuk mendapat kepastian soal naskah kita pun sulit dan waktu tunggunya tidak sebentar.     Nyaris setahun sejak saya mengirim naskah terbaru saya, ke satu penerbit di DPS. Saya hanya pilih satu karena menganggap naskah saya paling cocok dengan penerbit tersebut. Sebelum naskah ini, saya pernah mengajukan setidaknya 2–3 naskah yang semuanya berakhir dengan status: BANK NASKAH...

Red Flag Studio Kreatif: Ciri-Ciri yang Bisa Terlihat Sejak Iklan Lowongan

  Berdasarkan pengalaman pribadi dan utas di X: LinkedIn , perhatikan ketika studio melakukan perekrutan. Biasanya, di postingan memuat: 1. Batasan Usia (misalnya “Maksimal 25 Tahun”): Pekerja yang lebih muda dan minim pengalaman cenderung lebih mudah dieksploitasi serta kurang memahami hak ketenagakerjaan. 2. Studio meminta ilustrator untuk bisa style gambar apa pun (palugada). Masalahnya: • Setiap ilustrator memiliki spesialisasi style gambar tertentu. • Studio seperti ini cenderung memaksa satu orang menguasai (hampir) semua style tanpa pelatihan dan kompensasi memadai yang berpotensi menjadi bentuk eksploitasi, bahkan bisa meminta ilustrator melakukan tracing baik dari ilustrasi lain maupun hasil AI (Akal Imitasi/Artificial Intelligence). • Evaluasi portofolio seharusnya sudah menentukan kecocokan gaya dengan kebutuhan studio. 3. Berlokasi di Kota S (termasuk Y dan Sl): Berdasarkan berbagai testimoni, banyak studio eksploitatif di wilayah kota S, Y, Sl ini. U...

Rahasia Gelap Industri Ilustrasi? Dugaan Eksploitasi di Kota S Disorot

  Di platform media sosial X, banyak ilustrator dan seniman di Indonesia, khususnya yang bekerja di Kota S (termasuk wilayah Y dan Sl), menyuarakan kekhawatiran mereka terkait praktik eksploitatif di sejumlah studio. https://x.com/0R4LE/status/1900160543618744444 Jika kamu berprofesi sebagai ilustrator, animator 2D, rigger Live2D, modeler 3D, maupun staf administrasi, penting untuk mewaspadai berbagai taktik eksploitasi berikut (dirangkum dari berbagai testimoni): Bentuk-Bentuk Eksploitasi dalam Industri Ilustrasi di Indonesia: Merendahkan Profesi Ilustrator : Ilustrator diperlakukan sebagai “kasta terendah” dalam rantai produksi. Upah Sangat Rendah : Kompensasi jauh di bawah standar industri, bahkan lebih rendah dari Upah Minimum Regional (UMR). Lembur Berlebihan : Karyawan (terutama ilustrator) dipaksa bekerja melebihi jam kerja normal tanpa kompensasi tambahan. Revisi Tanpa Batas : Tidak ada batasan revisi, sehingga menyebabkan beban kerja berlebihan ta...

Jual Buku Eksklusif: Sejarah Lengkap Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (1926–2025) oleh Ahmad Dailami

Gambar
Jual Buku Eksklusif: Sejarah Lengkap Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (1926–2025) oleh Ahmad Dailami  Buku ini merangkum kiprah Nahdlatul Ulama di Sumatera Selatan secara mendalam dan autentik. Baca gratis 36 halaman pertama di: https://drive.google.com/file/d/1j3a_JOUREQXRQQZ3KrDULXKxhXSx92oQ/view?usp=sharing  Baca gratis 36 halaman .. Info Pemesanan Pre-Order Sekarang! Harga: Rp150.000/eksemplar (belum termasuk ongkir) Hubungi: Muhammad Setiawan, S.H., M.H WA: 0878-0135-7776

#TolakPPN12Persen

Gambar
  #TolakPPN12Persen    

12

Mereka bilang hanya satu persen Tidak seberapa angkanya Katanya untuk barang mewah premium Apa itu premium?  Pengertian dan klasifikasi Bisa disesuaikan penguasa Mereka bilang hanya satu persen Demi kebaikan bersama Siapa maksud "bersama" itu? Para maling dan penjilat? Para bodoh dan badut? Selalu yang menang mereka Mereka bilang hanya satu persen Skeptis melambung lebih dari seratus persen Mereka yang keji dan memelihara kebodohan Mereka juga menciptakan nerakanya Sementara "surga" hanya bagi mereka elit Selalu yang kalah rakyat, khususnya Menengah  16.12.24 Oleh: Ariestanabirah

Penulis vs Reviewer Buku

Saya pernah request review dari blogger buku (reviewer) sekitar 7-9 tahun lalu.  Tahapannya: 1. Cek dulu reviewer, riwayat bacaan dan review mereka, serta cocok nggak dengan target buku kita.  2. Kontak reviewer dan tawarkan buku kita GRATIS dengan harapan bisa direview dan ditayangkan di blog maupun sosial media reviewer. Kalau ada tarif, tanyakan di awal! Ada waktu yang mereka pakai untuk review terutama jika ini masuk ke marketing penulis/penerbit.  3. Mungkin budget terbatas, tetapi tetap service reviewer! Bisa kasih hadiah, bantu promosi blog/sosial media reviewer, aktif kolaborasi serta komunikasi.  4. Tidak memburu-buru reviewer kecuali ada kesepakatan tanggal review.  5. Setelah review rilis, hargai opininya baik itu oke banget atau penuh kritik. Ada juga reviewer yang akan kasih draft review mereka terlebih dahulu ke penulis. Jika acc, baru dirilis. Kalau tidak acc (misalnya rating jelek dan banyak kritik), bisa jadi review tidak naik.  Apakah bisa...

Malangnya si Orang Kecil

Gambar
Oh, malangnya si orang kecil  Dihina terang-terangan di depan umum Oleh yang disebut pemegang kunci surga Menahan tangis, menghela napas panjang Disorot kamera, berdiri tak gentar  Oh, malangnya si orang kecil Usahanya halal tetapi dikecilkan Digoblokkan si Tuan tanpa peduli adab etika Kata Tuan bercanda padahal merendahkan Disorot kamera pun, Tuan tak malu lagi Oh, malangnya si orang kecil Jika viral, ia mendapat kata-kata maaf Lalu dipaksa tersenyum dan menerima Semua tak lebih dari candaan Padahal jelas keji dan sok berkuasa Jikalau Tuan bukan siapa-siapa Apa masih berani menghina orang kecil? Bahkan jika klaimnya "bercanda" Dengan orang asing pun tiada adab etika Bagaimana dengan orang terdekat? Apalagi mencatut-catut nama Tuhan 3.12.24 Oleh: Ariestanabirah

Tabiat

Gambar
Mungkin bukan niat tapi tabiat Di benak dan sanubari telah melekat Sehingga tanpa sadar spontan berbuat Lisan mengucapkan isi pikirannya Buah dari nilai yang dianut di hidupnya Yang dibiasakan padahal kesalahan Yang dinormalkan padahal kekejian Merendahkan orang kecil sebab Tuan kuasa Menghina profesi sebab Tuan mulia Melecehkan perempuan, sebab Tuan pemimpin Ini namanya "penyalahgunaan kekuasaan" 7.12.24 Oleh: Ariestanabirah 

Tukang Kayu

Gambar
Ini cerita tentang tukang kayu Saat kerja banting tulang, tulangnya patah Tak bisa ia menyerah, demi istri dan anaknya Mulai meracik es dan teh  Bahkan di kala hujan, percaya ada rezeki Meski dihina Tuan di panggung Meski ditertawakan oleh 'penjual agama' Ini cerita tukang kayu lainnya Kerja banting tulang bermandi uang  Tak merasa cukup, demi istri dan anaknya Mulai meracik karir dan dinasti  Bahkan di kala krisis, percaya pada dirinya Meski menyandera lawan dan rakyat Meski mempraktekkan gentong babi 4.12.24 Oleh: Ariestanabirah

Aparat Keparat

Gambar
Lempar batu sembunyi tangan Membela diri dulu meski penuh kebohongan Sambil meracik bunga rampai Menutupi bau-bau bangkai Kejinya para aparat keparat Melakukan pembunuhan dan fitnah berat Demi melindungi nama baik aparat Padahal sudah busuk dan berkarat Ketika kebenaran muncul ke permukaan Kalang-kabut aparat belingsatan Cepat-cepat evaluasi dijalankan  Tidak sadar diri, mereka minta dimaafkan Sudah darurat, mereka harus direformasikan 6.12.24 Oleh: Ariestanabirah  #Puisi 

Sinden

Gambar
Sulit betul mencari nafkah Apalagi sebagai perempuan Tak sesuai standar cantik, disebut JELEK Kalau sesuai standar cantik, dihina LONTE Padahal memilih jalan yang disuka Berkesenian dan menghibur banyak orang Tidak menjual agama dan Tuhan Tidak juga menjilat sang penguasa  Apa sebenarnya yang Tuan tunjukkan? Bahwa Tuan punya kekuatan dan kuasa? Sehingga hinaan disebut CANDAAN? Sehingga pelecehan disebut GUYON?  5.12.24 Oleh: Ariestanabirah

Coklat

Gambar
Anak-anak yang penuh semangat Di usia penuh impian Melayang nyawa-nyawanya Direnggut oleh peluru Biru-biru memar tubuhnya Digebuk tanpa belas kasih Anak-anak yang mengejar ilmu Disertai doa ibu-bapaknya Berbaring di tanah coklat Difitnah oleh si coklat Nama dan cerita mereka dicoreng Demi bersih-bersih si coklat Coklat di sini tidak manis Coklat di sini bau amis Coklat di sini sama sekali tak manis Coklat di sini sama sekali tak humanis 1.12.24 Oleh: Ariestanabirah

Webtoon Logo Services

Gambar
Hello, it's been a long time since I've posted here! I'm back to tell you about My Gig Service: Webtoon Logo. I only started last year and was thankful for the clients who put their trust in me. I'll present some of the logos I've created, all of which have been adapted from the client's property:). If you are interested in working with me, please visit Ariestanabirah on Fiverr: https://www.fiverr.com/ariestanabirah https://www.fiverr.com/ariestanabirah  Or my gig service: https://www.fiverr.com/s/qw3VNX   Thank you very much! #manhwa #manhua #logo #webtoonlogo #fiverr #typesetter #letterer #comic #manga #webtoon #manhwa #manhua #logo #fiverr #lettering