Para Ksatria: Ketika Frustrasi pada Negeri Berubah Menjadi Lagu
Aku menulis Para Ksatria di tahun 2026, tepatnya ketika aku sedang merasa frustrasi setiap kali membaca berita dan melihat berbagai kebijakan yang menurutku tidak bijak. Ada rasa kesal, lelah, sekaligus tidak berdaya. Entah kenapa, perasaan-perasaan itu kemudian justru berubah menjadi ide lagu. Saat itu, tiba-tiba terlintas sebuah kalimat di kepalaku, “Berkumpul, para ksatria!” Lagi-lagi aku mendapatkan inspirasi dari Bang Pandji Pragiwaksono . Aku masih ingat ketika menonton langsung pertunjukan Mens Rea pada Agustus 2025. Di sana, beliau pernah berbicara tentang kita sebagai ksatria pingitan —ksatria yang ditunggu-tunggu dalam sebuah cerita untuk akhirnya muncul dan melawan kejahatan. Tapi bukan sekadar menunggu. Jadilah ksatria. Entah kenapa, kata ksatria mendapat tempat yang spesial di dalam diriku setelah itu. Sampai akhirnya momentum itu datang: frustrasi menghasilkan ide. Ketika melodi muncul di kepala, aku langsung menulisnya dengan ...